Rabu, 13 Juni 2012

Marzuki Alie di Demo PMII YDA

Aktifis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Tuban, menggelar aksi menolak kedatangan Marzuki Alie, Ketua DPR RI, yang datang menghadiri prosesi wisuda di Universitas Ronggolawe (Unirow) Tuban, Sabtu (8/10/11).
Dalam aksinya, mereka menuntut Marzuki Alie mundur dari jabatannya karena dianggap tidak becus dalam menyelesaikan tugasnya sebagai pejabat publik.
“Kami menolak Marzuki Alie datang di Bumi Ronggolawe ini, karena sebagai pejabat publik dia bukanlah figur yang bisa menyelesaikan kasus besar di negara ini, seperti kasus korupsi,” ujar Aminul Khosi’, Korlap aksi PMII Tuban.
Ditambahkan Khosi’, selama Marzuki Alie sebagai Ketua DPR RI, banyak pejabat dari Partai Demokrat yang kesandung kasus korupsi, tetapi sampai sekarang mereka masih aman.
“Sebagai Ketua DPR RI, justru dia telah merusak moral bangsa dengan menyuruh pimpinan KPK melakukan sumpah pocong, Dia harus mundur dari jabatannya,” jelasnya pada wartawan.
Aksi sejumlah aktifis gagal menerobos hadangan aparat kepolisian yang sebelumnya sudah menyiapkan blokade agar mereka tidak dapat mendekati lokasi acara sebelum rombongan Marzuki Alie tiba di kampus Unirow.
Tak puas dengan aksinya karena dihadang petugas, mereka kemudian memasangan spanduk yang bertuliskan “tolak Marzuki Alie dan harus mundur dari jabatannya” tepat dibawah spanduk ucapan selamat datang Marzuki Alie, yang di pasang panitia wisuda di depan gerbang kampus.
Aksi dorong antara aktifis dan petugas sempat terjadi saat Marzuki Alie meninggalkan Kampus Unirow seusai acara wisuda. Namun, ketatnya pengamanan membuat para aktifis tak dapat mendekati rombongan yang keluar dari dalam kampus. Mereka akhirnya membubarkan diri dengan tertib.
Sementara, beberapa wartawan yang hendak meliput kegiatan dan masuk ke kampus sempat dihalang-halangi petugas yang berjaga di depan kampus. Meski sempat akan adu mulut namun hal itu tidak berlangsung lama setelah petugas memperbolehkan wartawan masuk ke lokasi acara. (jbc11)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar