Rabu, 13 Juni 2012

Pengobatan Kesehatan Malah Bikin Perusak Kesehatan

TUBAN (jurnalberita.com) – Pembakaran limbah medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Koesma Tuban, dikeluhkan warga sekitar. Khususnya warga Kelurahan Sidorejo tepatnya RT 01 RW 03 dan TR 2 yang berada di sekitar rumah sakit tersebut.
Dari sejumlah informasi yang dihimpun jurnalberita.com, cerobong dengan ketinggian sekitar 7 meter  yang dibuat untuk mengeluarkan asap pembakaran limbah medis seperti bekas infus dan bekas limbah medis perawatan orang sakit tersebut dinilai warga kurang tinggi, sehingga asap limbah menyebar ke rumah-rumah warga.
Salah satu warga sekitar rumah sakit, Mihrojul Huda saat ditemui jurnalberita.com, Rabu (13/6/12) mengatakan, bahwa setiap hari warga sekitar pasti mencium bau tak sedap pembakaran limbah medis rumah sakit tersebut.
“Setiap hari pasti ada pembakaran limbah mas. Kalau asapnya sudah keluar dari cerobong yang tingginya hanya sekitar 7 meter itu, pasti bau yang menyengat dan mengganggu pernafasan langsung masuk ke rumah warga sekitar RS,” ujar Mihrojul Huda.
Kondisi seperti itu dirasakan warga setiap hari, bahkan warga juga menilai limbah tersebut berbahaya bagi kesehatan warga, karena limbah itu merupakan limbah medis bekas orang orang sakit.
Saat dihubungi jurnalberita.com via telepon, menanggapi keluhan warga sekitar RSUD, Musa selaku Wakil Ketua Komisi C DPRD Tuban tersebut akan segera melakukan peninjauan. “Secepatnya kita akan tinjau ke lokasi tersebut, sehingga kita dapat melihat secara pasti,” ujar Musa.
Yetti, salah seorang staf RSUD Dr. Koesma Tuban, saat ditemui jurnalberita.com menyatakan, pihak RSUD sudah mengupayakan agar pembakaran limbah medis tersebut hanya dilakukan pada jam-jam tertentu, yaitu tengah malam. Sehingga tidak mengganggu warga sekitar.
“Saat ini kita hanya bisa mengupayakan pembakaran limbah medis dimalam hari mas, untuk selanjutnya akan kita rapatkan bersama,” pungkas Yetti. (jbc18/jbc1)

Tags: , , , , , , , ,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar